Urgensi pendidikan berbasis kesadaran atas cinta

Main Article Content

Ibnu Syifa

Abstract

This article proposes a solution to the liberal education that is currently become the mainstream of education, through an education based on arts and culture to instill consciousness of love. Through literature studies, especially the thoughts of HOS Tjokroaminoto and subjective reflection, it was found that love based on tauhid should be the essence of education. Humans who have consciousness of love will become nation constructors because of their concern and sensitivity to the decay of social reality.


Abstrak
Artikel ini mengajukan sebuah solusi atas pendidikan liberal yang saat ini menjadi arus utama melalui sebuah pendidikan berdasarkan seni dan budaya untuk menanamkan kesadaran atas cinta. Melalui studi literatur khususnya pemikiran HOS Tjokroaminoto dan refleksi subjektif ditemukan bahwa cinta berlandaskan tauhid harus menjadi esensi pendidikan. Manusia yang memiliki kesadaran atas cinta akan menjadi pendesain negeri karena kepedulian dan kepekaan mereka atas bobroknya realitas sosial.

Article Details

How to Cite
Syifa, I. (2020). Urgensi pendidikan berbasis kesadaran atas cinta . Oetoesan-Hindia: Telaah Pemikiran Kebangsaan, 2(2), 84-89. https://doi.org/10.34199/oh.2.2.2020.007
Section
Articles

References

Bakar, M. Y. A. (2012). Pengaruh Paham Liberalisme dan Neoliberalisme Terhadap
Pendidikan Islam di Indonesia. TSAQAFAH, 8(1), 135.
https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v8i1.22
Chabot, S. (2008). Love and revolution. Critical Sociology.
https://doi.org/10.1177/0896920508095100
Cybulska, E. (2015). Nietzsche’s Übermensch : A Glance behind the Mask of Hardness.
Indo-Pacific Journal of Phenomenology, 15(1), 1–13.
https://doi.org/10.1080/20797222.2015.1049895
Iqbal, M. (2016), Rekonstruksi Pemikiran Religius dalam Islam, Bandung: Mizan
Syari’ati, Ali, 1998, Membangun Masa Depan Islam, Bandung: Mizan
Tjokroaminoto, H. O. S. (1955). Tarich Agama Islam (Riwayat dan Pemandangan atas
Kehidupan dan Perjalanan Nabi Muhammad SAW) (Cetakan ke). Jakarta:
Penerbit “Bulan-Bintang.”