Koperasi sebagai Solusi Ekonomi Kerakyatan Indonesia

Main Article Content

Novrida Qudsi Lutfillah

Abstract

This research aims to provide a picture of the Indonesian condition and interpret it subjectively, then it will offer an Indonesian-style populist economy. Agricultural, marine and plantation product data obtained from the media is used to describe the condition of Indonesia, then the data is analyzed descriptively. The research results show that Indonesia's natural wealth is very abundant, but this condition has not made Indonesia independent. There are still cases that cause Indonesia to depend on other countries and burdened by foreign debt. To become independent, this paper offers an application of the Indonesian version of the populist economy paradigm by forming cooperation


 


Abstrak


Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi Indonesia dan memaknainya secara subjektif, dan mengusulkan ekonomi kerakyatan ala Indonesia. Data hasil pertanian, kelautan, dan perkebunan yang didapat dari media digunakan untuk menggambarkan kondisi Indonesia. Data tersebut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kekayaan alam Indonesia sangat berlimpah, tetapi kondisi ini belum membuat Indonesia menjadi mandiri. Masih ditemui kasus yang menyebabkan Indonesia bergantung pada negara lain dan terbebani oleh utang luar negeri. Untuk menjadi mandiri, perlu diterapkanparadigma ekonomi kerakyatan versi Indonesiadengan membentuk koperasi.

Article Details

How to Cite
Lutfillah, N. Q. (2020). Koperasi sebagai Solusi Ekonomi Kerakyatan Indonesia. Oetoesan-Hindia: Telaah Pemikiran Kebangsaan, 2(2), 90-98. https://doi.org/10.34199/oh.2.2.2020.008
Section
Articles

References

Abdurrahman, D. 2002. Peradaban Islam. LESFI: Yogyakarta.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2018. Nilai Ekspor & Impor Menurut Kategori","Value Of Export & Import By Category. BPS.go.id. Diakses 20 Februari 2020.
Burhanuddin, S., Suroyo, Amd., Susilowati, E., Sulistyono, St., Supriyono, A.,Widodo, SK.,Najid, A.,Purbani, D. 2013. Sejarah Maritim Indonesia. Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro. Departemen Kelautan Dan Perikanan.
Cattleya, L. 2019. Jangan Hanya Katakan Industri Rumput Laut Potensial!. www.Kompasiana.com. Diakses 2 Januari 2020.
Chalil, M. 1955. Al quran dari Masa ke Masa. Ramadhani: Semarang.
Fauzia, M. 2019. Menko Darmin: Jika Tak Impor, Harga Jagung Tembus Rp 8.000 perkg.Https://Ekonomi.Kompas.com. Diakses 8 Januari 2020
Sukmana, Y. 2019. Data Panen Jagung Tak Sesuai Fakta, Menko Darmin "Sentil" Kementan. Https://Ekonomi.Kompas.com. Diakses 8 Januari 2020
Haridison, A. 2013. Modal Sosial Dalam Pembangunan. JISPAR: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Pemerintahan. 4:31-40.
Kamayanti, A. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif Akuntansi. Yayasan Rumah Peneleh: Jakarta.
Kelana. 2020. Indonesia Bisa Jadi Eksportir Garam Terbesar Dunia. Republika.Co.Id. Diakses 22 Februari 2020.
Kementerian Perindustrian RI. 2009. Industri Masih Gunakan 92 Persen Teknologi Impor. Kemenperin.go.id. Diakses 5 Januari 2020
Kementerian Pertanian RI. 2016. Produksi Padi Tahun 2016 Diprediksi Tertinggi. Www.Pertanian.go.id. Diakses 4 Januari 2020.
Mulawarman, A. D. (2016). 2024 Hijrah Untuk Negeri. Jakarta: Rumah Peneleh.
Mulawarman, A. D. (2016). Jang Oetama: Jejak Dan Perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto. Yogyakarta: Galang Pustaka.
Mulawarman, AD. 2016. Jang Oetomo: jejak dan perjuangan H.O.S Tjokroaminoto. Galang Pustaka: Yogyakarta.
Peraturan Menteri Perdagangan RI No.1 Tahun 2018. Ketentuan Ekspor Dan Impor Beras.
Pramadiba, Im. 2018. Kalla Jamin Impor Beras Tak Akan Cederai Petani. Https://Bisnis.Tempo.co.id. Diakses 4 Januari 2020
Rosida, I. 2014. Partisipasi Pemuda Dalam Pengembangan Kawasan Ekowisata Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Masyarakat Desa (Studi Di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional. 20(2): 68-77.
Rozikin. 2019. Memperkuat Ketahanan Masyarakat Berbasis Social Capital Pada Era Otonomi Desa (Studi Di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang). Jurnal Ketahanan Nasional. 25 (2): 204-225. doi:http://dx.doi.org/ 10.22146/jkn.44904.
Suradiva, AO., Muhammad., & Suryani. 2018. Partisipasi Pemuda Dalam Pengembangan Desa Wisata Guna Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Masyarakat Desa (Studi Di Desa Wisata Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali). Jurnal Ketahanan Nasional. 24 (3): 389-402. doi:http://dx.doi.org/ 10.22146/jkn.38371.
Suwigyo, A., & Yuliantri, Rda. 2018. Praktik Kewargaan Sehari-Hari Sebagai Ketahanan Sosial Masyarakat Tahun 1950-an (Sebuah Tinjauan Sejarah). Jurnal Ketahanan Nasional. 24 (1): 94-116. doi:http://dx.doi.org/ 10.22146/jkn.31239.
Winosa, Y. 2018. Impor Bahan Baku Dan Teknologi Masih Jadi Momok. www.warta ekonomi.co.id. Diakses 22 Februari 2020